Kapolri Tegaskan Telah Siapkan Antisipasi Serangan Siber di KTT G20
Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Kapolri memaparkan, Polri telah berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Badan Intelijen Negara (BIN). Dalam hal ini, BSSN menjadi leading sectornya
Papuanewsonline.com - 13 Nov 2022, 18:05 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Bali - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya serangan siber di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.
Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Kapolri memaparkan, Polri telah berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Badan Intelijen Negara (BIN). Dalam hal ini, BSSN menjadi leading sectornya.
"Karena memang yang namanya serangan siber walaupun
leading sectornya BSSN selaku penanggungjawab keamanan sistem jaringan namun
tetap proses penegakan hukum dan pencarian pelaku tetap harus kita lakukan.
Sehingga dari awal sebaiknya kita semua harus siap menghadapi kondisi tiba-tiba
ada serangan," kata Sigit dalam tinjauannya di Posko Satgas Gakkum Mabes
Polri di Badung, Bali, Sabtu, 12 November 2022.
Menurut Sigit, antisipasi pencegahan serangan siber
dilaksanakan di seluruh lokasi event internasional tersebut. Baik lokasi utama
maupun pendukung yang terhubung dengan koneksi internet.
Dengan adanya antisipasi di semua lini, Sigit menekankan,
Konferensi Tingkat Tinggi G20 dapat berjalan dengan lancar dan aman dari
gangguan siber.
"Jadi kita minta itu betul-betul dilakukan, persiapan
begitu ada serangan bagaimana recovery yang bisa dilakukan sehingga tidak
mengganggu kegiatan utama khususnya terkait dengan pada saat event
berlangsung," ujar Sigit.
Lebih dalam, Sigit meminta kepada seluruh stakeholder untuk
terus mematangkan langkah maupun skenario atas segala dinamika yang dapat
berkembang sewaktu-waktu.
"Jadi saya minta terus dilakukan peningkatan terhadap
skenario-skenario yang mungkin terjadi terkait dengan sistem serangan yang akan
mengganggu baik di luar maupun di dalam venue," ucap Sigit.
Oleh karena itu, Sigit mengungkapkan, BSSN, Polri dan BIN dapat
terus melakukan koordinasi serta proses evaluasi untuk pengamanan serangan
siber di KTT G20.
"Karena memang ini harus dilakukan evaluasi setiap hari.
Sehingga kita yakin mulai dari proses sampai pelaksanaan kegiatan bisa berjalan
dengan baik," tutup Sigit.(Stefi)