Kapolda Papua Upayakan Negosiasi Dengan KKB Untuk Membebaskan Pilot Susi Air
Polda Papua berharap negosiasi tersebut menghasilkan hasil yang baik, kita memberikan kesempatan kepada kelompok Egianus bisa mengembalikan pilot melalui jalur negosiasi secara baik.
Papuanewsonline.com - 25 Mei 2023, 14:00 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Jayapura – Berbagai upaya dilakukan Aparat
TNI-Polri untuk menyelamatkan Pilot Susi Air Capt. Philip Mark Mehterns yang
disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kelompok Egianuas Kogoya
Terkait hal ini, Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Mathius
D. Fakhiri, S.I.K mengatakan bahwa akan memaksimalkan upaya penyelamatan
tersebut dengan proses negosiasi agar KKB kelompok Egianus Kogoya bisa melepaskan
pilot Susi Air tersebut.
“Saya berbicara dengan berbagai pihak tentang proses
negosiasi ini termasuk dengan pihak Gereja yang didalamnya ada Dewan Gereja dan
Uskup yang akan semaksimal mungkin melakukan negosiasi dengan kelompok Egianus
Kogoya untuk bisa melepas pilot yang dibawanya,” ucap Kapolda Papua saat
diwawancarai oleh wartawan di Lobby SPN Polda Papua, Rabu (24/05).
Kapolda Papua mengatakan saat ini Satgas Damai Cartenz juga
sedang menyiapkan langkah-langkah penegakan hukum yang tepat, tegas dan
terukur.
“Tentunya negosiasi bisa dilakukan dengan siapa saja, saya
membuka diri untuk semua pihak, yang dari awal yakni pihak pemerintah Nduga
bekerja sama dengan kapolres kemudian ada juga pihak dari Komnas HAM yang
menawarkan diri dan kami terima,” ungkap Irjen Fakhiri.
Lebih lanjut, Irjen Fakhiri juga sudah mengirimkan tim khusus
untuk berupaya dalam melakukan negosiasi dan memfasilitasi semua pihak yang
ingin membantu dalam hal ini pembebasan pilot yang disandera oleh KKB kelompok
Egianus Kogoya.
“Saya berharap negosiasi tersebut menghasilkan hasil yang
baik, kita memberikan kesempatan kepada kelompok Egianus bisa mengembalikan
pilot melalui jalur negosiasi secara baik, Semua sedang berjalan dan dari pihak
gereja nantinya akan kita bantu salah satunya pihak Gereja Kingmi yang nantinya
akan mengutus orang kepercayaannya untuk melakukan negosiasi tersebut,” pungkas
Irjen Fakhiri. (PNO-12)