logo-website
Minggu, 12 Jul 2026,  WIT

Jurus Jitu Satgas Mandala Didik Anak Putus Sekolah Di Asmat

Anak-anak binaan tidak hanya belajar membaca dan menghitung angka namun mereka juga belajar bertani mulai dari menanam, memberi pupuk, menyirami, hingga memanen.

Papuanewsonline.com - 31 Mei 2023, 09:09 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Papuanewsonline.com, Agats - Mendidik anak bukan perkara mudah, diperlukan ilmu dan kemampuan yang baik agar anak selalu mendapatkan informasi positif dari setiap kegiatan yang dilakukan. 

Begitulah Satgas Mandala yang memiliki cara tersendiri dalam mendidik ratusan anak urban di kota Agats. Bukan hanya membaca dan menghitung, anak anak ini diajarkan bertani dan juga berternak.

"Ada dua ratusan lebih anak anak dari berbagai titik di kota Agats yang kami ajarkan membaca, menulis, menghitung, bertani dan juga berternak," sebut Nelson, salah satu anggota Satgas Mandala.

Ia menyebut, untuk proses belajar dan kegiatan di Pos Mandala, anak anak tersebut mengatur jadwal sendiri tanpa sebuah paksaan, sehingga hak hak mereka sebagai anak-anak dapat terpenuhi.

"Sangat berbeda kalau kami yang menentukan jadwal, nantinya mereka tidak merasa bebas dan terkesan memaksa. Jika itu terjadi maka cukup menggangu psikologi anak," terang Nelson.

Nelson menyebut, anak-anak binaan ini tidak hanya belajar membaca dan menghitung angka namun mereka juga belajar bertani mulai dari menanam, memberi pupuk, menyirami, hingga memanen. Meski budidaya tersebut belum berskala besar namun hasilnya sudah bisa dinikmati oleh anak anak itu sendiri.


"Setelah panen sayur, mereka diajarkan memasak dan menyajikan makan. Sebelum makan mereka terlebih dahulu berdoa lalu makan bersama," ujar Nelson.

Sedangkan untuk hewan ternak, mereka secara bergilir memberikan makanan dan merawat ternak tersebut.

"Intinya, setiap hal yang mereka lakukan mengandung filosofi masing-masing, sehingga apa yang diajarkan bisa tertanam dalam pikiran dan bisa menjadi bekal dikemudian hari," jelasnya.

Bagi Nelson, yang diperlukan saat ini adalah rumah singgah sebagai wadah belajar bagi anak anak tersebut.

"Maksud rumah singgah sebagai layanan hak dasar, seperti pendidikan untuk membantu anak anak kita yang mayoritas datang dari keluarga tidak mampu," pungkasnya. (PNO-12)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE