Gubernur Meki Nawipa Kritik Keras Kebijakan Presiden Prabowo
Saya merasah miris begitu pak, karena Gubernur Aceh dilantik di Aceh, kita Papua dilantik di Jakarta
Papuanewsonline.com - 09 Apr 2025, 08:55 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papunewsonline.com, Jakarta-
Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Nawipa melontarkan kritikan keras terhadap kebijakan Presiden Prabowo tentang pemangkasan anggaran, karena berdampak pada percepatan pembangunan di Papua Tengah.
“ Undang-undang Otsus itu-kan berdiri sendiri, jadi kalau sudah dipangkas dari dana Dau, namun sekarang dana Otsus juga dipangkas, selagi kami dituntut untuk melakukan semua hal dan dibilang bahwa orang Papua kita sudah kasi Otsus jadi silakan jalan, tapi hari ini yang terjadi dana Otsus dipangkas, Dau dipangkas, Dak dipangkas,” ujar Gubernur Meki Nawipa di depan Komisi II DPR RI dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat tentang efaluasi pembangunan DOB di Papua di Jakarta, (13/3/2025).
Terkait kebijakan pemangkasan anggaran yang dilakukan Presiden Prabowo, Gubernur Meki Nawipa mengatakan berbicara tentang efaluasi dua sampai tiga tahun terakhir untuk DOB, kantor tidak bisa dibangun, semua tidak bisa dibangun.
“ Kalau hal ini terjadi, apa arti Otonomi khusus itu ada pada kita, kalua dikasi, harus ful sama kita, jadi kita itu special sama dengan Aceh, ya ini apa ya, Saya merasah miris begitu pak, karena Gubernur Aceh dilantik di Aceh, kita Papua dilantik di Jakarta,” Sesalnya.
Lanjut Meki Nawipa, pelantikan saja seperti itu, apalagi hal lain, “ Saya pernah terbang di Aceh, karena 15 tahun saya jadi Pilot dimana daerah di Aceh tidak separah kita di Papua, semua pakai pesawat, pakai helicopter,” Terangnya.
Meki menyebutkan situasi di Papua merupakan tantangan yang besar, sehingga hal ini menjadi tanggungjawab komisi II DPR RI dan semua pihak, karena dari ruangan komisi II DPR RI terbentuklah daerah Otonomi Baru (DOB).
“ Terkait hal ini, semua menjadi tanggungjawab kita, karena dari ruangan ini DOB terbentuk, dan dari ruangan ini orang Papua dibelah, orang Papua bisa dibantu, sehingga saya berharap pada pertemuan ini, bukan hanya efaluasi tapi jadi batu loncatan untuk kita, dimana kita melupakan yang sudah berlalu dan kita memulai yang baru, dengan meletakan fondasi agar lebih baik,’’ Pungkasnya.(red)