logo-website
Minggu, 09 Agu 2026,  WIT

Gubernur Meki Nawipa Kritik Keras Kebijakan Presiden Prabowo

Saya merasah miris begitu pak, karena Gubernur Aceh dilantik di Aceh, kita Papua dilantik di Jakarta

Papuanewsonline.com - 09 Apr 2025, 08:55 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa

Papunewsonline.com, Jakarta-

Gubernur Provinsi Papua  Tengah Meki Nawipa melontarkan kritikan keras terhadap kebijakan  Presiden Prabowo tentang  pemangkasan anggaran, karena  berdampak pada percepatan  pembangunan di Papua Tengah.

“ Undang-undang Otsus itu-kan  berdiri sendiri, jadi kalau sudah  dipangkas dari dana Dau, namun sekarang  dana Otsus juga dipangkas, selagi kami dituntut untuk melakukan semua hal dan dibilang bahwa orang Papua  kita sudah kasi Otsus jadi silakan jalan, tapi hari ini yang terjadi dana Otsus dipangkas, Dau dipangkas, Dak dipangkas,” ujar Gubernur  Meki Nawipa di depan Komisi II DPR RI dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat tentang efaluasi pembangunan DOB di Papua di Jakarta, (13/3/2025).

Terkait kebijakan pemangkasan anggaran yang dilakukan Presiden Prabowo,  Gubernur Meki Nawipa mengatakan  berbicara tentang efaluasi dua sampai tiga tahun terakhir untuk DOB, kantor tidak bisa dibangun, semua tidak bisa dibangun.

“ Kalau hal ini terjadi, apa arti Otonomi khusus itu ada pada kita, kalua dikasi, harus ful sama kita, jadi kita itu special sama dengan Aceh, ya ini apa ya, Saya merasah miris begitu pak, karena Gubernur  Aceh dilantik di Aceh, kita Papua dilantik di Jakarta,” Sesalnya.

Lanjut  Meki Nawipa, pelantikan saja seperti itu, apalagi hal lain, “ Saya pernah terbang  di Aceh, karena 15 tahun saya jadi Pilot dimana daerah di Aceh tidak separah kita di Papua, semua pakai pesawat, pakai helicopter,” Terangnya.

Meki menyebutkan situasi di Papua merupakan tantangan yang besar, sehingga hal ini menjadi tanggungjawab  komisi II DPR RI dan semua pihak, karena dari ruangan komisi II DPR RI terbentuklah daerah Otonomi Baru (DOB).

“ Terkait hal ini, semua  menjadi tanggungjawab kita,  karena dari ruangan ini DOB terbentuk, dan dari ruangan ini orang Papua dibelah, orang Papua bisa dibantu, sehingga saya berharap pada pertemuan ini, bukan hanya efaluasi tapi jadi batu loncatan untuk kita, dimana kita melupakan yang sudah berlalu dan kita memulai yang baru, dengan meletakan fondasi agar lebih baik,’’ Pungkasnya.(red)


Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE