logo-website
Minggu, 12 Jul 2026,  WIT

Dialog Interaktif Polda Papua : Tangkal Tindak Kejahatan di Laut Papua

“Kita telah melaksanakan patroli perairan dalam hal ini kita punya laut papua yang sangat luas sehingga kami selalu berkordinasi dengan jajaran polres untuk melakukan kegiatan patroli di setiap daerah masing-masing,” ujar Kompol Micha.

Papuanewsonline.com - 13 Apr 2023, 20:02 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Papuanewsonline.com , Jayapura – Sebagai upaya menangkal tindak kejahatan di Laut Papua, Polda Papua menggelar dialog interaktif Polisi Menyapa dengan tema “Tangkal Tindak Kejahatan di Laut Papua”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (13/04) bertempat di Stasiun LPP RRI Pro I Jayapura menghadirkan narasumber Ps. Kasubdit Patroli Dit Polairud Polda Papua Kompol Micha Toding, Kanit Sidik Subdit Gakkum Polairud Polda Papua AKP Edy Tohir Sabara dan Kasie Pembina IV Perikanan Tangkap DKP Papua Agus Rimawan S.ST.Pi., M.Si dengan pemandu acara Sdr. Arul Firmansyah.

Dalam kesempatannya, Ps. Kasubdit Patroli mengatakan bahwa di daerah Papua terutama laut ada pembagian wilayah laut yaitu sebelah utara itu perbatasan dengan teluk cendrawasih, selatan laut Arafuru, kemudian sebelah barat bebas dengan provinsi papua barat dan sebelah timur konflik dengan Negara PNG.


“Kita telah melaksanakan patroli perairan dalam hal ini kita punya laut papua yang sangat luas sehingga kami selalu berkordinasi dengan jajaran polres untuk melakukan kegiatan patroli di setiap daerah masing-masing,” ujar Kompol Micha.

Sementara itu, Kanit Sidik Subdit Gakkum mengatakan upaya-upaya yang dilakukan Polda Papua dalam hal ini Dit Polairud dalam setiap penegakan hukum dalam patroli. Untuk tahun 2023 selama bulan januari sampai maret Dit Polairud sudah menangani sebanyak 5 kasus, rata-rata penyeludupan narkoba dari negara tetangga kita PNG dan 1 kasus Migas penyeludupan Oli dalam hal ini minyak tanah yang berhasil diamankan yakni 586 Liter.

“Selama kami melaksanakan patroli bersama rekan-rekan dari unit patroli perairan yang kami temukan rata-rata tersangka berhasal dari PNG, campuran, dan Asli dari Indonesia. Dan wilayah-wilayah Meping kami mulai dari Argapura, Hamadi, Dok IV, dan Dok IX, ini titik dimana pengedar melakukan aksinya dan berbagai macam modus yang di lakukan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasie Pembina IV Perikanan Tangkap DKP Papua mengatakan dengan potensi Provinsi Papua yang banyak diminta dapat menemukan 4 kasus yang yaitu Bom atau racun, pemanfaatkan jenis ikan yang di lindungi, kapal asing yang melakukan penangkapan di daerah perairan Papua dan juga kelengkapan dokumen kapal yang melintas di wilayah perairan 12 juta sesudahnya.

“Dalam rangka pembinaan dan pengawasan juga kami sudah berkalaborasi dengan bagian Maritim, Polair, TNI AL, dan mitra-mitra yang lain untuk dalam rangka antisipasi tindak kejahatan diperairan ini,” tuntasnya ( Redaksi )

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE