Ambasjimin Dan Toojimin, Melihat Dusun Sagu Di FAP 36
Panitia Festival Asmat Pokman ke 36, menampilkan hal berbeda kali ini. Pengunjung serasa diantar dan merasakan sensasi pangkur sagu di dusun milik warga.
Papuanewsonline.com - 11 Okt 2023, 20:25 WIT
Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya
Papuanewsonline.com, Asmat - Pangkur sagu dan makan ulat sagu biasanya dilakukan di dusun atau kebun warga kampung. Namun kali ini mereka menggelar itu dalam skala festival. Lokasinya di lapangan Yos Sudarso Agats, namun didesain layaknya lokasi pangkur sagu.
Panitia Festival Asmat Pokman ke 36, menampilkan hal berbeda kali ini. Pengunjung serasa diantar dan merasakan sensasi pangkur sagu di dusun milik warga. Pengunjung dapat melihat langsung Mama mama dan Bapak bapak Asmat yang begitu apik mendemonstrasi proses pangkur sagu.
Tampak Bupati Asmat, Elisa Kambu ikut pangkur sagu. Tidak sampai disitu, Bupati Kambuh kemudian membuat Ambasjimin (Sagu yang dibungkus) dan Ketua PKK, Ny. Orpa Susana Kambuaya membuat toojimin (ulat sagu yang dibukus dengan daun nipa).
Bupati lalu melatekan di bara api. Dengan penuh kesabaran, Bupati mengatur bara api hingga sagu menjadi matang.
Pemandangan tak biasa itu, cukup mencuri perhatian para wartawan dan pengunjung baik lokal, domistik maupun mancanegara. (PNO-12)