2 Warga Itawaka Di Tembak (OTK), Kapolda Maluku Bertekad Akan Mengungkap Si Pelaku
Kapolda Maluku Menghimbau Seluruh Warga Untuk Tetap Tenang Serta Mempercayakan Proses Hukum Kepada Pihak Yang Berwajib
Papuanewsonline.com - 17 Mei 2023, 22:28 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Maluku - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol
Lotharia Latif, sangat menyesalkan kejadian tertembaknya dua orang warga yang
dilakukan Orang Tak Dikenal (OTK) di sekitar kantor Kecamatan Saparua Timur,
Kabupaten Maluku Tengah, Senin sore (15/5/2023).
Peristiwa
tertembaknya dua warga Itawaka, kecamatan Saparua Timur itu menyebabkan Ny. WH,
meninggal dunia, dan Bapak RP, saat ini sedang mendapat perawatan medis rumah
sakit umum Saparua.
Menghadapi
situasi tersebut, Kapolda Maluku menghimbau tokoh-tokoh masyarakat dan seluruh
warga untuk tetap menjaga ketenangan serta menghindari tindakan yang dapat
memanas-manasi keadaan. Ia juga menekankan pentingnya mendukung upaya menjaga
stabilitas dan keamanan wilayah.
"Kami
mendorong tokoh-tokoh masyarakat untuk memberikan pernyataan yang menyejukkan
serta menyuarakan kebijaksanaan dalam merespons insiden penembakan ini, dan
jangan mudah untuk terprovokasi," pintanya.
Irjen
Larif mengaku telah mengerahkan personel untuk menyelidiki atau mengusut tuntas
hingga menangkap pelaku dalam kasus tersebut.
"Kami
bertekad untuk mengungkap pelaku penembakan. Upaya penyelidikan yang dilakukan
diharapkan dapat membawa keadilan bagi para korban dan masyarakat secara
keseluruhan," katanya.
Di
sisi lain, tambah Dia, kasus tertembaknya dua warga ini mengindikasikan masih
ada sebagian masyarakat yang menyimpan senjata api, sisa-sisa peninggalan
konflik tahun 1999 silam. Hal ini juga dibuktikan dengan adanya penangkapan
warga sipil di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang membawa senjata api.
Juga adanya pengungkapan penyelundupan senjata api pada beberapa waktu lalu.
Tak
hanya itu, perilaku masyarakat yang suka berburu dengan senapan angin atau
senjata-senjata rakitan, kata Kapolda, juga sangat membahayakan apabila ada
peluru nyasar yang dapat menyebabkan kematian.
Oleh
karena itu, Irjen Latif juga mengimbau kepada warga yang masih memiliki senjata
api agar segera menyerahkannya kepada aparat kepolisian setempat. Dengan
menyampaikan senjata api ke pihak berwajib, masyarakat dapat membantu
mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.
"Kami
juga mengajak masyarakat yang mengetahui adanya individu yang masih menyimpan
senjata api untuk melaporkannya kepada polisi. Kerjasama dari masyarakat dalam
memberikan informasi sangat berarti bagi upaya pencegahan dan penanganan kejahatan
di wilayah ini," pintanya.
Kepada
keluarga korban yang tertembak Kapolda Maluku menyampaikan rasa belasungkawa
yang mendalam. "Kami berkomitmen untuk memberikan keadilan dan
perlindungan kepada seluruh masyarakat Maluku," tegasnya.
Untuk
seluruh masyarakat, Kapolda juga mengimbau agar tetap tenang dan mempercayakan
proses penanganan kasus tersebut kepada aparat kepolisian.
"Dengan
bekerja sama, menjaga kebersamaan, dan memberikan dukungan, kita dapat
memastikan bahwa situasi di Saparua tetap kondusif dan aman," ungkapnya. (PNO-12)