Musyawarah Masyarakat Kampung Kaugapu Bersama Mahasiswa Politeknik Kesehatan Jayapura
Papuanewsonline.com - 22 Mar 2023, 01:29 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, MIMIKA – Musyawarah Masyarakat Kampung (MMK) II Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur, Senin 20/03/2023 dihadiri oleh Kepala Puskesmas Mapurujaya Ibu Onna Bunga,S.SI Apt dan juga ibu Jeni Rante Tasik S.Kep.,Ns.,M.Kep, Dosen Politeknik Kesehatan Timika dan juga Perangkat Kampung yang di wakili oleh sekretaris kampung Donbosco Yemaro dan juga Babinsa kampung Kaugapu.
Pada giat MMK tersebut
dirangkaikan juga dengan Sosialisasi Kesehatan oleh Mahasiswa dari Politeknik
Kesehatan Jayapura, Jurusan Keperawatan.
Kepala Puskesmas Mapurujaya Ibu Onna
Bunga menjelaskan bahwa kegiatan yang di adakan oleh teman-teman mahasiswa Politeknik
Kesehatan Jurusan Keperawatan Jayapura ini patut didukung karena para mahasiswa
ini sangat membantu dalam melakukan pendataan tentang perilaku hidup bersih dan
sehat (PHBS).
"Kami sangat mendukung
kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman mahasiswa dan kami berharap kegiatan ini
akan berdampak baik bagi masyarakat, khususnya terkait perilaku hidup bersih
dan sehat,” kata ibu Onna
Lanjut Onna , Puskesmas
Mapurujaya sudah melakukan pendataan
terkait dengan Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) namun tidak semua rumah
dikarenakan saat di datangi ke rumah, ada yang tidak berada dirumah saat pendataan.
Dengan adanya kegiatan ini pihak
Puskesmas sangat terbantu sebab dari data yang di peroleh mahasiswa di lapangan
dijadikan sebagai bahan evaluasi, di cocokan dengan data kasus puskesmas.
“Kasus tertinggi saat ini di
puskesmas adalah kasus malaria, dari 10 kasus malaria tersebut menyerang 3
kampung yang ada di Distrik Mimika Timur yang pertama Kampung Mware memperoleh
kasus malaria tertinggi dan yang kedua kampung Kaugapu, ketiga kampung Wania ,
dan kampung tersebut adalah kampung yang
padat penduduk,” ujarnya
Onna juga menyampaikan bahwa
tingginya kasus malaria karna memang kurang adanya kesadaran masyarakat,
terkait dengan lingkungan yang sehat . Lanjutnya kalau lingkungannya bersih maka
kasus malaria, demam berdarah (DBD) dengan sendiri berkurang / hilang..
Sementara itu Jeni Rante Tasik
S,Kep.,Ns.,M.Kep menambahkan kegiatan yang di lakukan adalah praktek
keperawatan komunitas bertempat di kampung Kaugapu. Mereka sudah melakukan
pengkajian selama kurang lebih 2 minggu dan dilanjutkan dengan kegiatan Musyawarah
Masyarakat Kampung (MMK) ll yang bertempat di Kampung Kaugapu ini.

“Tujuan dari kegiatan Musyawarah tersebut
untuk menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kampung Kaugapu, tentang hasil kajian
yang sudah di lakukan oleh Mahasiswa kurang lebih 2 Minggu ini sehingga dapat
diketahui masalah-masalah Penyakit atau kasus apa saja yang di temukan oleh
mahasiswa di lapangan,” paparnya.
Mahasiswa suda presentasikan
terkait dengan masalah/ kasus yang di temukan di lapangan yaitu , Malaria kasus
tertinggi, kemudian infeksi saluran pernapasan atas (ISPA ) yang mana kasus /
penyakit yang tertinggi juga di Kaugapu. Untuk itu Mahasiswa akan melakukan
kegiatan untuk mengatasi Malaria , ISPA , dan hipertensi serta penyakit
lainnya.
Mahasiswa juga akan melakukan penyeluhan,
bakti sosial , dan sudah di sepakati bersama antara pihak kampung , puskesmas
dan mahasiswa sendiri. Lanjutnya karna memang kondisi lingkungan yang kurang
bagus atau tidak terawat dengan baik , kondisi lingkungan yang suda di data
oleh mahasiswa adalah kondisi lingkungan yang kurang sehat berdasarkan data
yang di peroleh di lapangan.
Di lain pihak, Ketua kelompok 2
Costantina menambahkan ia mewakili
teman-temannya yang berada di kampung kaugapu, mengucapkan banyak terimakasih
kepada pemerintahan Distrik Mimika Timur, kepala kampung Kaugapu, kepala
puskesmas, dan juga CIA pendidikan dan juga masyarakat Kaugapu yang sudah membuka wilayahnya untuk Mahasiswa.