Mencari Solusi, Pj Bupati Mappi Menerima Aspirasi Aliansi Honorer Mappi
Untuk itu BKPSDM diminta melibatkan aliansi agar turut mengawal proses seleksi perekrutan. Aliansi juga meminta Pemkab Mappi tidak membuka CPNS formasi umum sebelum formasi honorer selesai.
Papuanewsonline.com - 30 Mei 2023, 00:59 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, MAPPI
- Polemik terkait honorer di lingkup Pemerintah Kabupaten Mappi mulai menemui
titik terang, setelah Pj Bupati, Michael Rooney Gomar, S.STP., M.Si menerima
aspirasi dan berdiskusi langsung dengan Aliansi Honorer Nasional (AHN)
Kabupaten Mappi pada Senin (29/5/2023) di Pendopo.
Ketua AHN Mappi, Jack Wallcoth P.
Oku menyampaikan beberapa poin aspirasi. Diantaranya meminta kepada Pj Bupati
agar mengusulkan tambahan kuota pengangkatan honorer menjadi CPNS kepada Plh
Gubernur Provinsi Papua dan Pj Gubernur Papua Selatan agar dilanjutkan ke
Kemenpan RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Pasalnya kuota 450 belum bisa
mengakomodir semua. Apalagi ada yang tidak pernah honor atau ada yang honor
belum sampai setahun. Sementara syarat pengangkatan harus minimal lima tahun
bekerja. Sementara ada yang sudah mengabdi selama belasan bahkan puluhan tahun
namun tidak terakomodir. Juga masih ada honorer K2 yang tidak masuk dalam
daftar padahal itu masuk dalam prioritas.
Untuk itu BKPSDM diminta
melibatkan aliansi agar turut mengawal proses seleksi perekrutan. Aliansi juga
meminta Pemkab Mappi tidak membuka CPNS formasi umum sebelum formasi honorer
selesai.
Menjawab aspirasi honorer, Pj
Bupati Michael Gomar menjelaskan bahwa persoalan honorer ini tidak hanya di
Mappi, tapi terjadi secara nasional. Dimana DPR RI, Kemenpan RB dan BKN sedang
membahas kebijakan untuk mencari solusi nasib honorer yang mulai November 2023
akan dialihkan statusnya jadi outsourcing. Sehingga Pj Bupati pun juga
mendukung aspirasi aliansi honorer di Mappi agar tidak ada pemberhentian secara
massal.
Pemprov Papua melalui alm Wakil
Gubernur Klemen Tinal telah berjuang dan pusat menjawab dengan memberikan 20
ribu kuota untuk Papua. Kabupaten Mappi mendapat kuota 450. Mulai Tahun 2021,
Pemkab melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)
diminta menyusun analisis jabatan dan analisis beban kerja sebagai dasar
pengajuan formasi ke Kemenpan RB dan BKN.

Pemerintah kata Pj Bupati,
menetapkan sejumlah persyaratan. Pengangkatan diprioritaskan pada masa kerja,
minimal 5 tahun. Kalaupun ada yang tepat 5 tahun tetap didiskualifikasi apalagi
kurang dari lima tahun. Honorer dengan masa kerja terlama yang prioritas tapi
juga mempertimbangkan usia tidak lebih dari 58 tahun.
Untuk itu Pj Bupati memerintahkan
BKPSDM untuk mengumumkan 450 nama yang sebelumnya sudah masuk. Pj Bupati
memberi ruang kepada aliansi untuk melihat dan mencatat nama yang dinilai tidak
memenuhi syarat kemudian diajukan kepadanya. "Pejabat Pembina Kepegawaian
(PPK) punya kewenangan untuk membatalkan meskipun sudah ada surat dari Kemenpan
ataupun BKN," tegas Pj Bupati.
BKPSDM juga diminta menyusun
analisis jabatan dan analisis beban kerja bagi seluruh honorer yang jumlahnya
2.332. Sehingga pengusulan tambahan kuota bisa dilakukan. Klasifikasi honorer
berdasarkan masa kerja juga harus disiapkan agar memudahkan.
Pj Bupati juga memastikan, dalam
pengangkatan diprioritaskan bagi honorer asli Papua. Kalaupun belum memiliki
ijazah SMA maka bisa difasilitasi untuk ikut ujian paket C.
Pada kesempatan itu juga Pj
Bupati mengungkapkan bahwa gaji honorer masih sangat kecil sementara biaya
hidup di Mappi, seperti uang kontrakan, transportasi, bahkan untuk membiayai
keluarga sangat besar. Dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah maka bukan
tidak mungkin bisa dinaikkan.
Tapi Pj Bupati menegaskan kepada
seluruh honorer untuk aktif bekerja dan disiplin. Meskipun pekerjaan tidak
banyak tapi harus tetap bekerja. Honorer juga diharap meningkatkan kompetensi
dan kemampuan.
Selain terkait formasi untuk
honorer, Pj Bupati juga mengungkapkan bahwa setelah mendapat perhatian serius
dalam beberapa bulan ini, SK untuk PNS formasi Tahun 2018 akhirnya sudah ada
dan siap diserahkan. (Redaksi)