Memalukan!! APBD 5 Triliun, Namun Ini Wajah Jantung Kota Timika
Ini Wajah Dalam Kota Timika
Papuanewsonline.com - 27 Okt 2022, 11:35 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
TIMIKA- Penyakit Malaria menjadi momok bagi warga masyarakat Kabupaten Mimika, tak tanggung-tanggung Malaria sering merenggut nyawa masyarakat kota dolar tersebut.
Di Kabupaten Mimika walaupun memiliki APBD 5 Triliun, namun
belum maksimal dalam memberikan pelayanan terhadap Masyarakat, salah satunya
penataan jantung Kota yang ambur adul.
Kesehatan warga yang bermukim dekat dengan aliran anak sungai, akan
terganggu karena terlihat tumpukan sampah berserahkan sepanjang aliran anak
sungai, air juga terlihat berwarna coklat kehitaman dipenuhi dengan jentik-jentik
nyamuk.
Pace Martin warga jalan kartini ujung kepada Papuanewsoline
mengatakan, APBD Kabupaten Mimika memcapai 5 Triliun, namun penampakan sampah
yang terjadi merupakan sesuatu yang memalukan. " ini situasi jantung kota Timika, anak sungai ini menjadi
sarang penyakit, bagi warga sekitar" Ujar Pace Martin.
Pace Martin mengatakan, penumpukan sampah pada aliran anak
sungai di jantung Kota Timika merupakan fakta.
Kata Dia, Warga yang berdomisili sepanjang aliran anak
sungai sangat terdampak dengan tumpukan sampah yang menumpuk di dalam aliran
sungai.
" Coba liat sendiri ini potret dalam jantung Kota Timika, sampah menumpuk dari dasar kali
hingga ke atas setinggi dua meter, menyebabkan aliran air tidak normal karena
terjadi penyumbatan, sehingga warnah air jadi berwarna coklat kehitaman
dipenuhi jentik-jentik nyamuk," ujar Pace Martin.
Lanjut Martin, dampak dari penumpukan sampah pada aliran
anak sungai itu menyebabkan penyakit Malaria dan memberikan dampak buruk
terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat.
" Sumur galian warga juga tidak sehat, karena digunakan
untuk kebutuhan setiap hari, ini fakta yang perlu kami sampaikan, sehingga
diharapkan eksekutif dan legisatif
jangan sama-sama menutup mata terkait persoalan ini ," Sesalnya.
Lanjut Pace Martin menguraikan, jantung kota Timika dihantui
potensi bencana, karena penumpukan sampah
sepanjang aliran anak sungai dari lapangan Timika Indah, selebes sampai
ke belakang citra, lanjut ke jembatan surui mekar, kemudian ke jalan
pendidikan, tembus ke jembatan dekat SMK Petra Budi Utomo, kemudian masuk
lanjut ke jembatan pertama jalan kartini ujung.
Pace Martin berharap, agar
Pimpinan Eksekutif dan Legislatif di Kabupaten Mimika, jangan banyak
duduk di belakang meja, lalu menerima laporan ABS (Asal Bapa Senang) dari
bawahan, tapi harus peka terhadap kehidupan sosial masyarakat.
" Ya harapan kami sebagai masyarakat kecil, semoga Plt
Bupati Mimika, Johanis Rettob dan Ketua DPRD, Anton Bukaleng turun secara
langsung agar melihat kondisi ini, sehingga secepatnya ada solusi," pintah
Martin.
Lanjut Martin, harus ada solusi dalam penanganan persoalan
tersebut, " Pemda harus buat normalisasi pada aliran anak suangai ini,
dari hulu ke hilir, dengan melakukan pengerukan sampah dan pembangunan Talud
pada sisih kiri kanan," tandas Martin.(febri)
Editor: NR