logo-website
Minggu, 12 Jul 2026,  WIT

Memalukan!! APBD 5 Triliun, Namun Ini Wajah Jantung Kota Timika

Ini Wajah Dalam Kota Timika

Papuanewsonline.com - 27 Okt 2022, 11:35 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Penampakan Tumpukan Sampah Sepanjang Aliran Anak Sungai Dalam Kota Timika

TIMIKA- Penyakit Malaria menjadi momok bagi warga masyarakat Kabupaten Mimika, tak tanggung-tanggung Malaria sering merenggut nyawa masyarakat kota dolar tersebut.

Di Kabupaten Mimika walaupun memiliki APBD 5 Triliun, namun belum maksimal dalam memberikan pelayanan terhadap Masyarakat, salah satunya penataan jantung Kota yang ambur adul.

Kesehatan warga yang bermukim  dekat dengan aliran anak sungai, akan terganggu karena terlihat tumpukan sampah berserahkan sepanjang aliran anak sungai, air juga terlihat berwarna coklat kehitaman dipenuhi dengan jentik-jentik nyamuk.

Pace Martin warga jalan kartini ujung kepada Papuanewsoline mengatakan, APBD Kabupaten Mimika memcapai 5 Triliun, namun penampakan sampah yang terjadi merupakan sesuatu yang memalukan. " ini situasi  jantung kota Timika, anak sungai ini menjadi sarang penyakit, bagi warga sekitar" Ujar Pace Martin.

Pace Martin mengatakan, penumpukan sampah pada aliran anak sungai di jantung Kota Timika merupakan fakta.

Kata Dia, Warga yang berdomisili sepanjang aliran anak sungai sangat terdampak dengan tumpukan sampah yang menumpuk di dalam aliran sungai.

" Coba liat sendiri ini potret dalam jantung  Kota Timika, sampah menumpuk dari dasar kali hingga ke atas setinggi dua meter, menyebabkan aliran air tidak normal karena terjadi penyumbatan, sehingga warnah air jadi berwarna coklat kehitaman dipenuhi jentik-jentik nyamuk," ujar Pace Martin.

Lanjut Martin, dampak dari penumpukan sampah pada aliran anak sungai itu menyebabkan penyakit Malaria dan memberikan dampak buruk terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat.

" Sumur galian warga juga tidak sehat, karena digunakan untuk kebutuhan setiap hari, ini fakta yang perlu kami sampaikan, sehingga diharapkan eksekutif dan legisatif  jangan sama-sama menutup mata terkait persoalan ini ," Sesalnya.

Lanjut Pace Martin menguraikan, jantung kota Timika dihantui potensi bencana, karena penumpukan sampah  sepanjang aliran anak sungai dari lapangan Timika Indah, selebes sampai ke belakang citra, lanjut ke jembatan surui mekar, kemudian ke jalan pendidikan, tembus ke jembatan dekat SMK Petra Budi Utomo, kemudian masuk lanjut ke jembatan pertama jalan kartini ujung.

 " Anak sungai ini, berbentuk huruf S sehingga memutar dalam kota Timika sampai di jalan Kartini ujung jembatan pertama, lanjut mengikuti jembatan Kedua Kartini ujung, kemudian mengalir ke Pattimura ujung, lanjut ke jembatan Busiri ujung,  kemudian lanjut lagi ke Jalan Sam Ratulangi lalu ke pasar sentral jalan Hasanudin," jelas Pace Martin di Timika, Kamis (27/10/2022).

Pace Martin berharap, agar  Pimpinan Eksekutif dan Legislatif di Kabupaten Mimika, jangan banyak duduk di belakang meja, lalu menerima laporan ABS (Asal Bapa Senang) dari bawahan, tapi harus peka terhadap kehidupan sosial masyarakat.

" Ya harapan kami sebagai masyarakat kecil, semoga Plt Bupati Mimika, Johanis Rettob dan Ketua DPRD, Anton Bukaleng turun secara langsung agar melihat kondisi ini, sehingga secepatnya ada solusi," pintah Martin.

 Lanjut Martin, harus ada solusi dalam penanganan persoalan tersebut, " Pemda harus buat normalisasi pada aliran anak suangai ini, dari hulu ke hilir, dengan melakukan pengerukan sampah dan pembangunan Talud pada sisih kiri kanan," tandas Martin.(febri)

 

Editor: NR

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE