Massa Bakar Enam Kantor Pemerintah di Dogiyai, Kabid Humas: Situasi Suda Kondusif
Keenam bangunan yang dibakar massa yakni, Kantor BPKAD, Kantor Dinas Pendidikan, Kantor Keuangan, Kantor Inspektorat, Kantor lingkungan hidup dan Kantor Dukcapil
Papuanewsonline.com - 13 Nov 2022, 17:35 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Jayapura– Situasi Kamtibmas di Kabupaten Dogiyai saat ini relatif kondusif, pasca pembakaran susulan oleh sekelompok Massa.
Hal itu, disampaikan oleh Kabid
Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad
Musthofa Kamal saat dihubungi, Minggu (13/11) pagi.
" Situasi di Sore hari
kemarin sempat kondusif, namun di Malam hari massa kembali melakukan pembakaran
di beberapa titik termasuk perkantoran pemerintah dan rumah warga," kata
Kamal.
Hingga pukul 01.00 WIT dini hari
personil gabungan TNI-Polri masih melakukan pengamanan di titik - titik yang
telah ditentukan.
" Dini hari tadi massa
masih melakukan pelemparan batu dan anak
panah dimana petugas berjaga, sehingga anggota membalas dengan tembakan peringatan untuk menghalau
massa agar tidak mendekat ke arah petugas," ujarnya.
Namun pagi ini, Minggu (13/11)
kata Kamal, situasi dapat dikendalikan oleh aparat keamanan yang ada di
Kabupaten Dogiyai, sembari melalukan patroli jalan kaki dan memantau kerusakan
akibat aksi anarkis yang dilakukan oleh massa.
" Dari pantauan aparat
gabungan yang melakukan patroli terdapat 6 bangunan pemerintahan di Jalan Trans
Nabire-Enarotali arah Kampung Ekimanida yang dibakar," ujarnya.
Menurut Kamal, kerugian materiil
dan korban jiwa dari kejadian ini belum bisa dipastikan, karena dari informasi
yang diterima pihaknya, masih terdapat seorang warga yang belum diketahui
keberadaannya dan seorang Ibu bersama 2 anaknya juga belum di tahu
keberadaannya.
" Kami masih menunggu
situasi benar benar kondusif untuk segera dilakukan pendataan kerugian materil
dan korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, serta olah TKP oleh Satreskrim
Polres Dogiyai," tandasnya.
Dikatakan, Aparat Gabungan akan
membentuk tim investigasi untuk mengungkap pelaku penyebab tindakan anarkis
oleh massa.
Aksi anarkis yang dilakukan oleh
sekelompok massa di Kabupatan Dogiyai dipicu kasus kecelakaan lalu lintas yang
menyebabkan seorang anak berusia 5 tahun an. Noldi Goo meninggal dunia pada
Sabtu (12/11).
Akibatnya, sekelompok massa
melakukan aksi anarkis dan menyerang
supir, warga dan membakar beberapa rumah warga dan 2 Unit Truck serta
kantor pemerintahan di Kabupaten Dogiyai.
" Dari kejadian penyerangan
itu, 1 orang mengalami luka bacok dan 2 anggota Polisi yang saat itu bertugas
menghalau massa ikut menjadi korban," ucapnya.
Saat ini supir truck telah di
amankan di Polres Dogiyai. Sedangkan para korban masih berada di Polres
Dogiyai, belum bisa dievakuasi ke RSUD Nabire karena akses jalan diputus dan
dipalang oleh masyarakat.
Kabid Humas menambahkan, dalam
penanganan kasus ini, Kapolda Papua telah memerintahkan beberapa Pejabat Utama untuk ke Kabupaten
Dogiyai yang dipimpin Dir Reskrimum Polda Papua berserta anggotanya.
" Pejabat Utama di kirim ke
Kabupaten Dogiyai untuk membantu proses penegakan hukum. Selain itu 2 SST dari
Polres Nabire tadi pagi telah berangkat ke Dogiyai untuk penebalan,"
tambahnya.
Untuk itu pihaknya mengimbau
kepada masyarakat untuk menyerahkan masus kecelakaan lalu lintas ini diserahkan
ke Penyidik Polri.
" Kita mengimbau agar proses
hukum terkait laka lantas untuk diserahkan ke penyidik Polri dan tidak ada
kekerasan lagi baik terhadap orang maupun barang, karena hal ini tentu akan
mengganggu pembangunan di Dogiyai dari segala aspek,” Harapnya.(Arifin)