Kunjungi Jawa Timur Kemendagri Dorong Percepatan Realisasi APBD dan Penanganan Inflasi 2023
Kegiatan Rapat Koordinasi kali ini sangat strategis, agar seluruh daerah mempunyai pemahaman yang sama terhadap peraturan perundang-undangan, sehingga bukan hanya mampu merencanakan dan menganggarakan dengan baik.
Papuanewsonline.com - 31 Mei 2023, 16:38 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Surabaya - Kementerian Dalam Negeri
(Kemendagri) konsisten dan terus menerus mendorong percepatan realisasi
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta penanganan inflasi di
daerah. Kemendagri menurunkan tim ke Provinsi Jawa Timur guna melakukan
monitoring evaluasi (monev) dan asistensi mendorong percepatan relisasi APBD,
penanganan inflasi, dan program prioritas seperti penanganan stunting dan
kemiskinan ekstrem.
Adapun kegiatan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Rapat
Koordinasi Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2022 Provinsi,
Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, di Vasa Hotel, Surabaya, Jawa Timur, Rabu
(10/5/2023).
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda)
Kemendagri Agus Fatoni mengatakan, Provinsi Jawa Timur memiliki APBD yang cukup
besar dibandingkan provinsi lainnya. Kabupaten dan kotanya juga termasuk paling
banyak di Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat besar. Karena itu,
realisasi APBD provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Timur menjadi penting, agar
berdampak pada masyarakat.
“Kegiatan Rapat Koordinasi kali ini sangat strategis, agar
seluruh daerah mempunyai pemahaman yang sama terhadap peraturan
perundang-undangan, sehingga bukan hanya mampu merencanakan dan menganggarakan
dengan baik, tapi juga mampu melaksanakan dengan maksimal dan
mempertanggungjawabkannya dengan benar," ujarnya.
Fatoni juga memberikan apresiasi pelaksanaan kegiatan Rakor
yang rutin digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Rakor tersebut juga dapat
memberikan motivasi bagi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik di
provinsi maupun kabupaten/kota, sekaligus menjadi ajang diskusi yang produktif
untuk bertukar informasi dalam menyediakan berbagai kendala dan masalah yang
dihadapi.
Tim Kemendagri turun langsung ke Provinsi Jawa Timur
mengingat realisasi belanja APBD 2023 per 1 Mei 2023 baru sebesar 13,43 persen
atau berada pada urutan 16 terbawah secara nasional. Di sisi lain, terdapat
sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur yang realisasi pendapatan dan
belanja AOBD berada pada posisi terendah.
Fatoni merinci, kabupaten/kota dengan realisasi APBD yang
masih rendah yaitu Kota Kediri dan Kota Mojokerto yang masuk pada kategori 20
kota dengan realisasi belanja terendah secara nasional. “Kota Kediri menempati
urutan ke-6 terbawah dengan realisasi belanja sebesar 8,66 persen dan Kota
Mojokerto menempati urutan ke-15 terbawah dengan realisasi belanja sebesar
10,75 persen,” jelas Fatoni.
Namun, menurut catatan Kemendagri beberapa prestasi juga
pernah dicapai Provinsi Jawa Timur pada tahun 2022. Provinsi Jawa Timur
menerima penghargaan APBD Award Tahun 2023 dengan kategori realisasi pendapatan
APBD tertinggi dan berada di peringkat kelima. Realisasi Pendapatan Asli Daerah
(PAD) tahun 2022 sebesar 107,48 persen dan realisasi belanja APBD tahun 2022
Provinsi Jawa Timur berada pada urutan ke-10 teratas secara nasional dengan
realisasi belanja sebesar 94,02 persen.
Fatoni meminta daerah terus mendorong peningkatan PAD agar
daerah semakin mandiri. Menurut Fatoni, peningkatan PAD, khususnya pajak dan
retribusi daerah dapat dilakukan dengan lima cara yaitu intensifikasi,
ekstensifikasi, digitalisasi, peningkatan SDM, dan inovasi. Dia juga menegaskan
bahwa realisasi anggaran perlu dioptimalkan sejak awal tahun.
"Realisasi APBD sejak awal tahun perlu dioptimalkan karena
sejumlah faktor, di antaranya uang akan beredar di masyarakat, meningkatkan
daya beli masyarakat dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Kedua,
pembangunan lebih awal dilaksanakan sehingga kehadiran negara dan kehadiran
pemerintah akan masyarakat dan hasil pembangunan bisa dinikmati sepanjang
tahun. Ketiga, pelayanan publik lebih awal diperbaiki, sehingga tingkat
kepercayaan masyarakat kepada pemerintah semakin tinggi. Keempat, kesejahteraan
rakyat meningkat dan daya saing akan meningkat, serta yang kelima akan menarik
investor lebih awal," jelas Fatoni. (PNO-12)