Jubir TPN PB OPM Sebar Teror Dengan Release dan Video Kekerasan KKB di Papua
Papuanewsonline.com - 12 Des 2022, 22:44 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Jayapura – Juru bicara TPN PB, Sebby Sambom merupakan otak provokasi karena menyebarkan teror terhadap masyarakat terkait dengan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dengan membuat rilis dan menyebar video-video kekerasan yang dilakukan oleh KKB di Papua.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, hal ini sengaja untuk memberikan rasa takut kepada seluruh masyarakat di Papua.
Lanjut, kata Kamal, bahwa peristiwa dalam video tersebut merupakan peristiwa pembunuhan yang terjadi di Pegunungan Bintang pada tanggal 6 Desember 2022 yang menyebabkan 3 tukang ojek meninggal dunia dan 3 orang selamat.
"Keenam tukang ojek setiap hari berada di pangkalan ojek, dari video yang disebarkan terlihat KKB dengan kejam membunuh tukang ojek meski para korban sudah tidak berdaya," ujar Kombes Kamal di Jayapura, Senin (12/12/2022).
Kombes Kamal menjelaskan bahwa para korban tersebut merupakan masyarakat sipil asli Sulawesi Selatan yang merantau ke Papua untuk mencari nafkah karena penghasilan sebagai tukang ojek cukup menjanjikan dalam setiap harinya.
"Para korban tersebut merupakan masyarakat sipil, bukan anggota Intelijen dari TNI-Polri, hal ini dapat dicek ke aparat desa para korban di Sulsel," tuturnya.
Kabid Humas menegaskan bahwa setiap KKB melakukan kekerasan terhadap masyarakat, selalu berdalil bahwa korban adalah Intelejen TNI dan Polri.
" Sebby Sambom dan kelompoknya selalu menyebut korban adalah anggota Intelijen TNI-Polri yang menyusup sebagai tukang bangunan, pekerja proyek, tukang ojek, tenaga medis dan tenaga pendidik (guru), padhal para korban merupakan masyarakat sipil," tandas Kombes Kamal.
Kombes Kamal berharap agar masyarakat tetap tenang, karena kehadiran TNI/Polri di Papua memberikan rasah aman dan nayaman terhadap masyarakat.
" Dihimbau kepada seluruh masyarkat agar tetap hati-hati dan waspada kapan dan dimana saja berada, bedakan informasi sekecil apapun untuk terciptanya Kamtibmas yang kondusif, kehadiran TNI-Polri tidak lain adalah untuk menciptakan rasa aman dan nyaman guna kelancaran kehidupan masyarakat dan pembangunan Daerah di Papua," pungkas Kabid Humas.(Redaksi)