Inspiratif !! Asgafahrizki Aulia Fatoni, Hafidz Qur'an Diterima di 5 Perguruan Tinggi Favorit
Asgafahrizki Aulia Fatoni yang biasa dipanggil Are kelahiran Jakarta, putra kedua dari pasangan suami istri pegawai Kementerian Dalam Negeri. Are lulusan SMAN 48 Jakarta, juga seorang hafidz Al-Qur'an 30 juz alumni Pondok Pesantren Hafidz Internasion
Papuanewsonline.com - 20 Agu 2023, 14:49 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Jakarta
- Tahun 2023 ini perguruan tinggi negeri menggunakan berbagai metode untuk merekrut mahasiswa baru. Diantaranya melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan seleksi mandiri oleh PTN.
Salah satu kisah inspiratif
penerimaan mahasiswa tahun ini adalah seorang calon mahasiswa bernama
Asgafahrizki Aulia Fatoni yang diterima di 5 (lima) perguruan tinggi Negeri
melalui berbagai jalur penerimaan perguruan tinggi.
Asgafahrizki Aulia Fatoni yang
biasa dipanggil Are kelahiran Jakarta, putra kedua dari pasangan suami istri
pegawai Kementerian Dalam Negeri. Are lulusan SMAN 48 Jakarta, juga seorang
hafidz Al-Qur'an 30 juz alumni Pondok Pesantren Hafidz Internasional Daarul
Qur'an Cipondoh Tangerang, asuhan Ustadz Yusuf Mansur. Are mengikuti Wisuda
Tahfidz Nasional (WTN) 30 juz pada 2 tahun lalu pada saat masih di kelas 10 atau kelas 1 SMA.
Kakaknya Are juga sama. Namanya
Alafascadieno Akbar Fatoni atau biasa dipanggil Adien. Adien yang juga hafidz
30 juz adalah alumni Pondok Pesantren Tahfidz Internasional Darul Qur'an
Cipondoh Tangerang. Tahun lalu diterima seleksi di Institut Ilmu Pemerintahan
Dalam Negeri (IPDN). Adien juga diterima tanpa tes di Arsitektur Lanscap
Institutut Tekhnologi Sumatera (ITERA), perguruan tinggi negeri di Lampung.
Saat ditanya pengalamannya, Are
menjelaskan, dirinya diterima di 5 perguruan tinggi negeri dan 4 diantaranya
adalah Fakultas Kedokteran. Hal ini disampaikan Are Saat dijumpai disalah satu
dikampus (19/7/2023).
Kelima perguruan tinggi tersebut
yaitu Fakultas Kedokteran Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Fakultas Kedokteran
Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Fakultas Kedokteran Universitas
Diponegoro (Undip) Semarang, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri (UIN)
Syarif Hidatullah Jakarta dan Teknik Industri Universitaa Brawijaya (UB)
Malang.
Are sempat membeberkan beberapa
usaha persiapan yang dilakukannya. Diantaranya, melalui belajar rutin disekolah
dan dirumah. Selain itu, dirinya
menjelaskan ikut bimbingan belajar (bimbel) secara intensif sejak awal kelas 12
atau ikut bimbel selama 1 tahun. Satu bulan terakhir ikut bimbel masuk tiap
hari dari pagi sampai sore.
Are juga menguraikan
pengalamannya banyak membaca buku. "Selain buku-buku terkait buku
pelajaran, aku juga baca buku yang lain, minimal 1 buku 1 minggu," ungkap
Are.
Aktifitas lainnya yang dilakukan
antara lain olahraga basket dan bela diri, juga rutin mengulang hafalan
Al-Qur'an atau moroja’ah.
“Alhamdulillah aku diberikan
nikmat yang luar biasa oleh Allah SWT. Kakak dan adekku, kedua orang tuaku
terus-menerus memberikan support, motivasi, nasihat, mengarahkan dan membimbing
tidak kenal lelah," ungkap Are.
"Yang sangat penting doa
restu orang tua. Alhamdulillah, orang tuaku melakukan itu semua. Aku tau betul bagaimana
doa orang tua siang dan malam, terus menerus," tambahnya.
Kisah inspiratif ini menjadi
bukti wasilah penghafal Al-Qur'an. "Al-Qur'an punya mukjizat luar biasa.
Membacanya saja dapat pahala. Apalagi memahaminya, mengkaji, menghafal dan
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Aku juga yakin, ini semua karena
Allah yang menentukan," pungkas Are. (Redaksi)