logo-website
Sabtu, 07 Feb 2026,  WIT

DPRD Mimika Soroti Penunjukan Pejabat BUMD, Transparansi Diminta Jadi Prioritas

Ketua DPRD Kabupaten Mimika menegaskan pentingnya seleksi terbuka dan berbasis kompetensi dalam pengisian jabatan Badan Usaha Milik Daerah agar tidak memicu polemik di tengah masyarakat

Papuanewsonline.com - 22 Jan 2026, 02:56 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Ketua DPRD Kabupaten Mimika, Primus Natikapareyau, saat memberikan keterangan kepada awak media di Timika, Papua Tengah, Rabu (21/1/2025).

Papuanewsonline.com, Mimika — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika menyampaikan kritik terhadap kebijakan Bupati Mimika, Yohanes Rettob, terkait penunjukan pejabat di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai belum dilakukan secara terbuka dan transparan. Kritik tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Mimika, Primus Natikapareyau.


Menurut Primus, pengisian jabatan strategis di tubuh BUMD seharusnya mengedepankan prinsip profesionalisme dan kompetensi. Ia menilai, proses penunjukan yang tidak melalui mekanisme seleksi terbuka berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Jangan sampai ini cuma image-nya di luar bawah, ini adalah keluarga yang dipasang di sana,” katanya.

DPRD Mimika, lanjut Primus, berharap pemerintah daerah dapat membuka ruang seleksi yang adil dan transparan sehingga jabatan di BUMD diisi oleh sumber daya manusia yang benar-benar memiliki kemampuan dan kualifikasi sesuai kebutuhan perusahaan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada putra-putri asli Mimika yang telah menempuh pendidikan tinggi dan memiliki kompetensi untuk berperan aktif dalam pengelolaan BUMD.

“Harapan kami, anak-anak asli Mimika yang sudah sekolah tinggi dan punya kompetensi di sana, itu dipakai, khususnya di Amume dan Kemoro,” ujar Primus.

Selain aspek kompetensi, Primus menilai bahwa penunjukan pejabat BUMD sebaiknya mempertimbangkan aspirasi masyarakat serta masukan dari lembaga legislatif sebagai representasi rakyat. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Ia mengingatkan bahwa kebijakan yang tidak dikomunikasikan dengan baik berpotensi menimbulkan gejolak sosial dan memperlebar jarak antara pemerintah dengan masyarakat.

DPRD Mimika berharap ke depan pemerintah daerah dapat lebih terbuka dalam setiap pengambilan kebijakan strategis, khususnya yang menyangkut pengelolaan aset dan perusahaan daerah, demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik dan berkeadilan. 


Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE