Bintang Kejora Kembali Dibentangkan, Ali Kabiay: Mahasiswa Jangan Terhasut Dengan Separatis
Kepolisian diminta bertindak tegas sehingga kejadian serupa tidak terulang embali
Papuanewsonline.com - 11 Nov 2022, 17:00 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Jayapura - Ketua Pemuda Adat wilayah Saireri II, Ali Kabiay meminta Mahasiswa agar jangan terhasut dengan isu provokatif dari kelompok separatis, permintaan ini disampaikan buntut aksi pembentangan bendera bintang kejora oleh sekelompok mahasiswa di salah satu Universitas di Papua.
Dirinya merasa prihatin dengan kejadian yang dilakukan
ditengah aktivitas belajar di Kampus tersebut.
“ Siang kemarin (10/11) ada aksi yang sangat mencederai hati
kami sebagai generasi muda papua yaitu adanya pengibaran bendera bintang kejora
di dalam kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ). Kami berharap
hal-hal ini, tidak akan terjadi lagi sebab
anak-anak Papua yang ada kuliah di kampus-kampus, mereka adalah harapan orang
tua mereka, harapan keluarga mereka,” ungkap Ketua pemuda adat wilaya Saireri
II, Ali Kabiay di Jayapura, Jumat (11/11/2022).
Ali menegaskan,
tujuan mahasiswa di kampus seharusnya
adalah belajar, sekolah, maupun menyelesaikan study sehingga bisa mendapatkan
pekerjaan dan kembali melihat keluarga mereka.
“ Adik-adik mahasiswa ini, mereka berasal dari latar
belakang keluarga yang berbeda. Ada yang orang tuanya cuma petani, ada yang
nelayan, jadi Kami berharap, tidak ada
lagi pengaruh-pengaruh Politik Separatis Papua Merdeka di dalam kampus- kampus
di Papua,” Tegasnya.
Dirinya juga meminta aparat keamanan, dalam hal ini Kepolisian
agar dapat bertindak tegas sehingga kejadian serupa tidak terulang embali.
“ Kami meminta dengan tegas kepada Kepolisian, untuk
memproses atau menindak tegas provokator atau orang dibalik aksi itu, termasuk
yang mengangkat dan mengibarkan bendera bintang kejora, sehingga kejadian ini
tidak terjadi lagi,” pintah Ali.
Lanjut kata Dia, Sebagai Tokoh Pemuda Papua dirinya berharap agar
kedepan anak-anak muda lainnya tidak gampang terprovokasi oleh hasutan-hasutan
yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.
“ Adik mahasiswa tolong ingat jerih paya orang tua kalian,
mereka kelompok separatis tidak membayar SPP kalian, uang sekolah, uang kos kalian,
karena semuanya dibiayai dari jerih paya orang tua kalian,” tandas Ketua Pemuda Adat
wilayah Saireri II Ali Kabiay.
Ali menyebutkan, Setidaknya sebanyak 15 orang yang diduga
merupakan Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), berhasil
iamankan aparat kepolisian lantaran aksi tersebut. Karena salah
satu dari mereka merupakan pelaku pengebaran Bintang Kejora di Gor Cenderawasih
dan sudah pernah diadili di Pengadilan Negeri Jayapura.(Febri)