Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Fokus Program Mitigasi lewat Aplikasi Smartphone
Yosias Lossu : BPBD Mimika akan membuat salah satu aplikasi mobile yang nantinya berfungi untuk memberikan isyarat terkait peristiwa banjir yang akan terjadi di Kabupaten Mimika
Papuanewsonline.com - 04 Apr 2023, 21:15 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Mimika - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika dalam tahun ini akan fokus untuk melakukan program mitigasi banjir di empat titik di Kabupaten Mimika.
Hal itu disampaikan Kepala BPBD
Mimika, Yosias Lossu kepada awak media di Hotel Horison Diana, Jalan Budi
Utomo, Timika, Papua Tengah, Senin (3/4/2023) kemarin.
Yosias menyampaikan, bahwa BPBD
Mimika akan membuat salah satu aplikasi mobile yang nantinya berfungi untuk
memberikan isyarat terkait peristiwa banjir yang akan terjadi di Kabupaten
Mimika.
Aplikasi yang dicanangkan ini
akan dirancang untuk dapat memberikan sinyal dengan fitur dimana jika debit air
naik melebihi batas normal maka aplikasi akan otomatis memberikan kode.
"Program ini nantinya akan
berkolaborasi dengan Telkomsel agar setiap masyarakat dapat mendownload
aplikasinya. Ini baru mau jalan, mudah-mudahan jadi," ungkap Yosias.
Yosias juga mengungkapkan, selain
mengurangi bencana banjir, pihaknya juga akan mengoptimalkan kinerja pemadam
kebakaran (damkar) dengan menambah ukuran selang air mobil damkar agar
maksimal.
Hal ini agar memudahkan petugas
dilapangkan apabila nantinya mengalami kesulitan dalam menjangkau titik utama
kebakaran.
"Selama ini 20-an meter.
Kita mau tambah sekitar 50 sampai 100 meter. Jadi kita tidak menambah armada
mobil, kita tambah panjang ukuran slang. Percuma kita pengadaan mobil kecil
untuk masuk lorong karena kemampuannya pasti kurang," katanya.
Selain itu, Yosias menyebutkan
bahwa jumlah pemadam kebakaran yang dimiliki oleh BPBD tidak dapat mencakup
luas wilayah Kabupaten Mimika. Dikarenakan, Damkar Mimika cuman memiliki 6 unit
pemadam kebakaran.
Menurut Yosias, minimnya jumlah
unit pemadam kebakaran akan berakibat fatal jikalau kebakaran terjadi didaerah
yang jauh dari pusat kota.
Oleh karena itu, tahun yang akan
datang, pihaknya akan mengadakan pembangun pos-pos pembantu di pertengahan
Timika - Mapurujaya agar dapat merespon cepat kebakaran.
"Kalau Timika-SP5,
sebenarnya sudah ada di SP2. Namun sementara belum ada personil yang standby
dikarena kekurangan jumlah unit," tutup Yosias. (Febri)